Namun banyak sekali gue lihat dari para tetua-tetua mahasiswa yang ampir lulus dan ampir menjadi manusia bersejarah di kampusnya ini mengeluhkan yang namanya skripsi, apa itu skripsi ?entahlah, mereka begitu enggan ketika ditanya masalah yang satu ini. Tampaknya skripsi ini semacam aib yang haram untuk dipaparkan. Dan satu lagi yang gue lihat dari para tetua kita ini, mereka sangat sensitif terhadap pertanyaan "Kapan lulus nya ?" atau "kapan nih wisuda nya ?" Jadi bisa gue simpulkan mereka tidak senang dengan keberadaan pertanyaan-pertanyaan yang jelas menyudutkan mereka ini. Tampaknya gue musti mengusulkan ada baiknya para mahasiswa semester tua yang lagi dalam masa penyusunan skripsi ini diberikan pengacara untuk membela mereka dari pertanyaan yang menyudutkan harga diri dan martabat mereka.
Tapi siapa bilang pertanyaan menyudutkan semacam itu hanya terjadi bagi para mahasiswa ?Kami para pelajar juga merasakan hal yang sama, dan para tetua mahasiswa tersebut pasti juga mengalami hal yang sama sewaktu menjadi pelajar dahulu. Tapi yang pasti bukan pertanyaan mengenai skripsi atau kapan wisuda.
Lalu apa ?Nih gue kasih list pertanyaan yang membuat gue dan mungkin beberapa pelajar lain di belahan dunia sana bingung+tersudut ketika dilayangkan pertanyaan semacam ini :
1. Kok ranking nya turun ?nah ini pertanyaan gawajar yang seharusnya tidak ditanyakan. Pastilah manusia apalagi manusia selabil pelajar pernah mengalami masa belajar yang buruk. But it's okay jika yang nanya hanya sekedar pengen tahu dikit atau yang nanya orangtua yang wajib dikasih alasan. Yang bikin kesel kalau yang nanya nambahin embel-embel yang kurang menyenangkan, "kok ranking nya turun ?liat tuh, dia(nunjuk yg pinter) ranking nya gak serendah kamu." Kadang yang nanya begini yang bikin uret syaraf genjot-genjot.
2. Nanti kalau tamat masuk Univ. mana ?Sumvah pertanyaan macam ini membuat gue bingung setengah sadar, di zaman gue yang apes ini, gansis taulah UN masih menjadi stasiun neraka bagi pelajar. Masuk di jalur undangan susahnya minta ampun, gasemudah dapat undangan nikahan. Apalagi ditambah dengan yang namanya SBMPTN. Kalau gansis galulus ?siap-siapin deh duit satu truk untuk kuliah di Univ. swasta. Dan yang bikin gansis gasadar beneran ketika pertanyaannya ditambah,"nanti kalau tamat masuk Univ mana ?kalau bisa masuk di Univ. yang terkenal aja biar tamat langsung dapet kerja.". UN nya aja belum kelar pak, buk, tante, om atau siapalah. Bisa masuk Univ. Negri aja Alhamdulillah banget. Kalau masuk Univ. Negri favorit, itu tergolong mukjizat.
3. Nanti ngambil jurusan apa ?Nih lagi-lagi pertanyaan yang bikin gue bingung+terguncang . Kenapa bingung ?masalahnya gue masih nyari yang cocok dengan passion dan skill gue. Dan kenapa terguncang ?Karena semestinya gue udah nentuin dari sekarang mengingat waktu yang tidak lama lagi untuk menuju stasiun neraka pertama. tapi gue belum nentuin, masih bimbang. Pertanyaan yang benar-benar bikin gue tersudut ini musti dijauhkan dulu kayaknya, gue pingin fokus UN dulu pak, buk, om, tante, abang, kakak, abang somay, abang bakso, abang nasi goreng dan makhluk kepo lainya.
Brace yourself, bersiap siagalah selalu karena pertanyaan ini akan selalu ada, selalu ada dari masa ke masa, Menurut analisis gue dinosaurus punah gara-gara pertanyaan ini, gaada hubunganya sih. Namun yang jelas bisa dibilang ini adalah Immortal Questions.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar